Utangi Heriyanti Rp 3 Miliar dan Belum Dilunasi, Sosok Ini Terus Awasi Kasus Hibah Rp 2 Triliun

Heboh menyumbangkan dana sebesar Rp 2 triliun, Heriyanti kini dalam kesulitan. Selain dananya belum juga cair dan kini semakin banyak yang meragukannya, seorang yang memberinya utang pun sedang menunggunya. Anak bungsu Akidi Tio ini dikabarkan mempunyai utang sebesar Rp 3 miliar kepada dr Siti Mirza Nuriah SpOG.

"Kan sudah diperiksa, ya kita hormati," kata Dokter Siti Mirza, Selasa (3/8/2021). Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa ia akan melihat dan mengawal perkembangan dari kisruh rencana sumbangan Rp 2 Triliun tersebut. Sedangkan terkait apakah ia juga akan melaporkan Heriyanti karena ada utang dengannya? "Tergantung situasinya. Saya akan mengikuti perkembangannya," kata Dokter Siti Mirza.

Ia pun tak banyak berkomentar lantaran menurutnya ia lagi Minggu tenang. "Maaf ya saya lagi Minggu tenang," katanya singkat. Skeptisme tentang sumbangan Rp 2 triliun yang dijanjikan oleh keluarga almarhum Akidi Tio ini sebenarnya sudah muncul sejak perkara ini menyeruak.

Selain karena nilainya fantastis, keluarga Akidi Tio juga tak banyak dikenal oleh orang di Palembang Sumatera Selatan. Hanya saja janji sumbangan ini tampak resmi karena orang yang berjanji menyumbang melibatkan nama nama orang terkenal di Sumsel. Mulai dari Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko sampai Prof dr Hardi.

Skeptisme itu pun disimpan rapat rapat karena yang sekptis juga tak mau dicap macam macam. Namun belakangan muncul info yang beredar bahwa Heriyanti si anak bungsu Almarhum Akidi Tio yang juga perwakilan dalam menyumbang uang itu kabarnya punya utang sebesar Rp 3 miliar. Dikatakannya, dana sebesar Rp.2 triliun yang disumbangkan keluarga mendiang Akidi Tio akan cair pada Senin (2/7/2021).

"Senin cair. Tapi kan kita tidak tahu. Kan kita berencana, Tuhan yang menentukan. Tidak ada yang pasti di dunia ini. Tapi memang bisa saya katakan, senin cair," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (30/7/2021) malam. Saat itu, dokter spesialis kebidanan dan kandungan ini juga meminta kepada masyarakat untuk tidak menyimpulkan hal hal buruk terkait niat baik keluarga mendiang Akidi Tio. Ia berujar tidak akan memberikan banyak komentar sebelum dana tersebut benar benar cair.

Sebab dia takut keluarga Akidi Tio akan semakin tersakiti dengan berbagai kabar yang beredar. "Tolong, tolong, tolong, jangan menyebarkan hal yang tidak perlu. Kasihan orangnya. Jangan banyak cerita cerita yang tidak karuan. Tunggu senin saja.

Sebelum ini selesai, jangan menyebarkan hoax dimana mana. Padahal orang ingin berbuat baik, akhirnya dia malah jadi kesakitan," tegasnya. Dia juga menjawab perihal kabar yang menyebut bahwa Heriyanti, anak bungsu Akidi Tio memiliki utang pada beberapa orang termasuk dirinya. Menurutnya utang itu adalah perjuangan Heriyanti untuk bisa memberikan bantuan kepada masyarakat khususnya di Sumsel.

"Oh iya tidak apa apa, itu usaha dia untuk mendapatkan. Utang dia dimana mana. Memperjuangkan itu bukan gampang, 5 tahun jungkir balik. Bayar lawyer mahal, bayar notaris mahal, masyarakat Sumsel enak, sudah tinggal Terima.

Mengerjakannya itu setengah mati, tidak gampang," ujarnya dengan suara tegas. Kabarnya bahwa uang dari keluarga Akidi sebesar belasan triliun berada di bank yang ada di Singapura. Untuk mengeluarkan uang itu memerlukan uang pula.

Beberapa kalangan menilai ini mirip penipuan undian berhadiah. Polisi memastikan Heriyanti, anak bungsu mendiang Akidi Tio akan kembali menjalani pemeriksaan dihari kedua, Selasa (3/8/2021). Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi kepada awak media.

"Pagi ini akan dilanjutkan (pemeriksaan) terkait pendalaman dengan yang bersangkutan," ungkapnya. Meski telah dilakukan pemeriksaan, namun polisi masih belum bisa memastikan apakah bilyet giro yang dikabarkan milik Heriyanti belum bisa dicairkan atau memang tidak bisa dicairkan. Supriadi beralasan, hal tersebut salah satunya dikarenakan pemeriksaan dihari sebelumnya dihentikan pada pukul 23.00 WIB mengingat waktu sudah menjelang larut malam.

"Jadi pagi ini akan dalami lagi pemeriksaannya," kata dia. Dalam kesempatan ini, Supriadi juga menegaskan aliran dana sebesar Rp 2 triliun dari keluarga mendiang Akidi Tio belum cair hingga kini. (*)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published.