Kenali Jenis Medical Check Up Untuk Wanita

Langkah awal untuk memulai hidup yang lebih baik dan lebih sehat adalah dengan memiliki kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pada diri sendiri. Melansir healthdetik, pemeriksaan medical check-up lengkap secara rutin sangat diperlukan untuk mencegah dan mendeteksi penyakit sejak dini.

Pemeriksaan kesehatan sangat penting bagi semua orang, tak terkecuali wanita. Namun sayangnya, saat ini, kesadaran wanita untuk melakukan medical check-up masih dapat dikatakan rendah. Umumnya, wanita sudah bisa melakukan medical check-up mulai dari usia 18 tahun atau 6 bulan sebelum menikah. Bila Anda berencana untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, ada baiknya mengetahui lebih dulu jenis-jenis pemeriksaan yang bisa dilakuan untuk wanita, seperti berikut ini:

 

  1. Payudara

Kanker payudara umum ditemui pada wanita. Melansir dari situs Kemenkes, kanker payudara menjadi penyumbang kematian pertama akibat kanker. Anda bisa melakukan deteksi dini dengan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) menggunakan tangan dan memperhatikan apakah ada perubahan fisik pada payudara. Atau melakukan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) oleh petugas kesehatan terlatih setiap tiga tahun sekali.

 

  1. Pap Smear

Di Indonesia, kanker serviks masih menjadi penyakit kanker dengan jumlah penderita terbesar kedua setelah kanker payudara. Pencegahan yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan tes pap smear. Tes ini biasanya dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan panggul, sehingga Anda juga akan mendapatkan pemeriksaan pada vulva, vagina dan mulut rahim. Pemeriksaan ini dianjurkan bagi wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual.

 

  1. Vaksin HPV

Human Papillomavirus (HPV) merupakan infeksi seksual menular umum yang dapat menyebabkan kanker serviks. Biasanya, vaksin HPV diberikan kepada remaja yang belum pernah melakukan hubungan seksual untuk menekan angka penyakit kanker serviks pada wanita.

 

  1. USG

Pemeriksaan dengan USG tidak hanya terkait dengan kehamilan saja. USG bisa mendeteksi beberapa masalah kesehatan, sistem empedu, sistem urinasi, usus buntu, hingga pembesaran kelenjar getah bening. Pemeriksaan ini juga bisa dilakukan untuk mengecek kondisi rahim serta indung telur wanita.

  1. Pemeriksaan Kulit

Tak hanya bagian dalam tubuh saja, bagian luar pun juga perlu pemeriksaan. Periksa kulit Anda sendiri dengan memperhatikan apakah ada tahi lalat baru atau ada perubahan pada tahi lalat yang sudah ada sebelumnya karena bisa menjadi gejala awal kanker kulit.

 

  1. Pemeriksaan Tiroid

Pada wanita, gangguan tiroid terjadi karena kekurangan atau kelebihan hormon tiroid. Gangguan ini bisa berdampak buruk bagi Ibu hamil maupun bagi janin yang dikandungnya. Maka dari itu, pemeriksaan tiroid penting dilakukan untuk mendeteksi dan mencegah adanya gangguan ini.

 

  1. Pemeriksaan TORCH

TORCH (Toksoplasma, Rubella, CMV, dan Herpes Simplex) merupakan kumpulan infeksi yang dapat ditularkan wanita hamil kepada bayinya. Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya infeksi TORCH pada wanita yang berencana hamil atau sedang hamil dengan maksud mencegah komplikasi pada janin.

 

Lebih baik mencegah daripada mengobati karena penyakit tidak mengenal jenis kelamin. Maka dari itu, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan medical check up lengkap agar segala gangguan kesehatan lebih mudah terdeteksi sejak dini. Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat, maka pemilihan rumah sakit tempat melakukan medical check up pun tidak boleh sembarangan. Rumah Sakit Pondok Indah bisa menjadi pilihan Anda, karena memiliki layanan pemeriksaan kesehatan lengkap dengan teknologi medis terbaik, seperti yang bisa dilihat pada link berikut: https://www.rspondokindah.co.id/id/facilities-services/executive-health-check-up.

Semoga artikel ini bisa membuat Anda lebih sadar akan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan dan tidak ragu untuk melakukannya.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published.